Jumat, 08 Juni 2018

Rukun Dan Tata Cara Umroh

Umroh

Umroh adalah suatu kegiatan ibadah umat muslim di dunia dengan mengunjungi ka’bah di kota suci mekkah , khususnya di Masjidil Haram. Umroh dan haji dilakukan dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam al-Qur'an maupun sunnah Rasulillah SAW.
Lain hal nya dengan Haji, Umroh dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.
  1. Ketentuan Syarat, Rukun, dan Wajib Umroh 
  1. Syarat Umroh
Syarat Umroh adalah ketentuan atau hal-hal yang harus di penuhi sebelum melaksanakan ibadah umroh , yakni :
  • Beragama Islam
  • Baligh (dewasa)
  • Berakal Sehat (waras atau tidak gila)
  • Merdeka (bukan budak)
  • Mampu secara fisik, biaya, dan juga mencukupi nafkah Keluarga yang di tinggalkan)
  1. Rukun Umroh
Rukun Umroh adalah hal-hal yang harus di kerjakan dalam menjalankan ibadah umroh. Apabila ada salah satu hal yang tidak di kerjakan maka ibadah tersebut tidak sempurna dan wajib di ulang.
  • Ihram (berniat) dari miqat untuk memulai umrah
  • Thawaf di Ka’bah
  • Sa’i
  • Tahalul
  • Tertib
  1. Wajib Umroh
Wajib Umroh adalah  kegiatan yang harus dilakukan, apabila dilaksanakan maka akan di berikan ganjaran kebaikan (pahala), dan apabila ditinggalkan maka akan menjadikan yang meninggalkan nya berdosa.  
  • Berpakaian ihram dari miqat
  • Meninggalkan perkara-perkara yang dilarang selama dalam keadaan ihram
  1. Tata Cara Umroh
Tata Cara Umroh yaitu segala rangkaian kegiatan umroh yang di mulai dari ihram di miqat, melakukan thawaf di ka’bah, kemudian sa’i antara shafa dan marwah, lalu di akhiri dengan mecukur rambut  (tahalul).
Berikut penjelasan detail mengenai Tata Cara Umroh :
  1. Ihram
Ihram adalah keadaan seseorang yang telah beniat untuk melaksanakan ibadah umroh dan haji, Calon  umroh harus melaksanakannya sebelum di miqat.
Miqat yang  di maksud adalah batas-batas tempat yang telah ditetapkan untuk memulai prosesi ibadah umroh dan haji.
Dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada, kemudian memakai pakaian ihram.
Pakaian ihram laki-laki berupa dua lembar kain ihram, sebagai sarung dan penutup pundak.
Bagi wanita memakai pakaian yang telah di syariatkan yakni yang menutupi semua auratnya, kecuali muka dan kedua telapak tangan.
Berihram dari miqat untuk umrah dengan mengucapkan :
  1. Thawaf
Thawaf adalah berjalan mengitari ka’bah sebanyak tujuh kali putaran.
 Menuju ke hajar Aswad, lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya, jika atidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium  tangan yang mengusap hajar aswad. Jika tidak memungkinkan unuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanyaa dengan tangan yang memberi isyara
  • Menjadikan ka’bah di sebelah kirinya, dalam 3 putaran pertama melakakuakn ramal (berlari-lari kecil) dan berjalan biasa pada 4 putaran sisanya.
  • Usahakan mendekat ke ka’bah, jika tidak bisa mendekat, mana yang mudah. Mengecup Rukun Yamani mengucapkan :     
        (HR. Ibnu Majah)
  • Memperbanyak zikir dan do’a
  • Sholat 2 raka’at di belakang Ibrahim membaca :
       (dikitab fiqhus sunnah : apabila sampai rukun yamani )
  • Selama thawaf tidak menyentuh ka’bah , hijir ismail dan syazarwan (pinggir bawah ka’bah)
  1. Sa’iSa’i adalah ritual berjalan kaki daribukit safa ke bukit marwah sebanyak 7 kali bolak-balik. pada saat melintasi Batnhul Waadi ( saat ini di tandai dengan lampu berwarna hijau ), bagi laki-laki di sunahkan berlari-lari kecil, sedangkan untuk wanita cukup dengan berjalan cepat.  
  • Berjalan menuju bukit shafa.
  • Setibanya dibukit shafa para jamaah menghadap kearah ka’bah sambal membaca takbir dan tahlil.
  • Berjalan kebukit marwah dengan berzikir dan berdo’a dilaksanakan setiap perjalanan.
  • Di mas’a (tempat sa’i) terdapat dua pilar berwarna hijau, ketika sampai disana dianjurkan bagi laki-laki untuk lari-lari kecil, sedangkan untuk perempuan diharuskan mempercepat jalannya.
  • Ketika mendekati bukit Marwah, membaca doa seperti yang terdapat dalam Q.S Al Baqarah : 158.
  • Ketika sampai dibukit marwah, menghadap kearah ka’bah kemudian membaca takbir dan tahlil sebagaimana yang dilakukan di bukit shafa.
  1. Tahallul
Tahallul adalah mencukur atau memotong rambut. Bagi laki-laki boleh mencukur sebagian dan boleh juga mencukur semuanya. Sedangkan untuk perempuan hanya memotong sebagian rambutnya saja.
  • Rambut yang di potong adalah rambut kepala, nukan rambut yang lain
  • Bagi laki-laki lebih utama jika menggundul rambutnya
  • Bila meminta di potongkan dengan orang lain, maka oranhg tersebut sudah ahrus memotong rambutnya sendiri terlebih dahulu
  • Jika botak, maka potong rambutnya harus tetap dijalankan meskipu hanya isyarat,yakni dengan menjalankan gunting di atas kepalanya
  • Untuk ibadah umroh, dengan selesainya memotong rambut, maka selesailah seluruh rangkaian ibadah umroh.
Alhamdulillah dengan demikian selesai sudah amalan dan tata cara umroh.

Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar