Cari tau informasi lebih lengkap mengenai paket umroh tahun 2019 di Indonesia yuk

Rabu, 06 Maret 2019

Info ibadah Umroh 2019 Dari | Hana Umroh

Infor ibadah Umroh 2019 Dari | Hana Umroh





Ibadah Umroh menurut hadis adalah sebagai berikut ini:

1. Para Jamaah Umroh yang ingin beribadah adalah merupakan tamu-tamu Allah yang  sangat di nantikan dan untuk doa – doa nya akan dikabulkan


Ibadah Umroh  menjadi kan sangat istimewa di karena Jamaah yang ingin melaksanakan untuk Berziarah kemakam Rosull SAW. Yaitu Para  tamu - tamu Allah SWT.Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dalam sabdanya,
Umat islam yang mengerjakan ibadah umroh iyalah tamu dan tamu Allah SWT. Jika mereka meminta kepada-Nya niscaya akan diberikna. Jika mereka meminta ampun niscaya diterima-Nya doa mereka. Dan jika mereka meminta syafaat niscaya mereka diberi syafaat”. (Ibnu Majah).

2. Sebagai Penghapusan Dosa - Dosa


Setiap parah jamaah dan semua Umat sangat mengharapkan ampunan dosa yang sudah terlanjur diperbuat. Salah satu keutamaan ibadah umroh juga adalah dapat menghapus dosa – dosa hambanya.??

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan Muslim).

3. Dengan melaksanakan Ibadah Umroh Dapat Menjauhkan dari Kefakiran dan Didekatkan kepada Surga


Allah telah menjanjikan bahwasannya seseorang yang melaksanakan ibadah umroh maka akan dijauhkan dari kefakiran dan kemiskinan. Jamaah yang melaksanakan umroh dan mengharapkan ibadah umroh yang mambur juga akan didekatkan kepada surga. Hal ini sesuai dengan hadis sebagai berikut:
“Iringilah antara ibadah haji dan umroh karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran (karat) besi, emas, dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga” (HR. At Tirmidzi, An Nasa’i, dan lainnya).

4. Mendapatkan Pahala Shalat Hingga 100.000 kali


Fadhilah (keutamaan) Sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ini bukti Allah SWT Maha Pemurah terhadap hambanya yang bersungguh sungguh mencari ridho dan ampunannya. Ini tercantum dalam hadis sebagai berikut.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Shalat di masjidku, lebih utama seribu kali (dibandingkan) shalat di selainnya kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil haram lebih utama Seratus Ribu (dibandingkan) shalat di selainnya.“ (Hadits dishahihkan oleh Al-Mundziri dan Al-Bushoiry. Al-Albany berkata: “Sanadnya shahih sesuai persyaratan Bukhori dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4/146).


5. Dengan Umroh Akan Mensucikan Hamba-Nya Seperti Bayi Baru Lahir


Pahala dari melaksanakan ibadah umroh akan membuat seseorang seperti terlahir kembali, bagaikan seorang bayi yang baru lahir. Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad bersabda :
“Barangsiapa melakukan haji ikhlas karena Allah SWT tanpa berbuat keji dan kefasikan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.”  (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Umroh Merupakan Jihad Bagi Para Wanita


Dari Aisyah RA, ia berkata:
“Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Rasulallah SAW menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan umroh.” (HR. Ibnu Majah).

7. Fadillah pahala satu kali umroh dengan sholat di Masjid Quba


Keutamaan Ibadah Umroh lainnya adalah dapat melaksanakan sahalat di Masjid Quba. Dalam Al Qur’an di jelaskan “….Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (Mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih” (QS At Taubah: 108)

Shalat di masjid Quba memiliki keutamaan. Menurut Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif RA, ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah”.( HR. Tirmizi no. 298. Ibnu Majah no. 1401)